Selasa, 30 April 2013

Tugas Softskill 2



Keragaman Bangsa Indonesia dan Potensi Konflik

BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seperti kita ketahui Negara Kesatuan Republik Indonesia selalu saja ‘memanas’ dengan Negara tetangganya yaitu Malaysia.Walaupun kita Negara serumpun itu tidak menyulutkan konflik yang selalu saja timbul. Di pembahasan ini kita akan mengetahui bagaimana sejarah konflik Indonesia dan Malaysia.  Konflik Indonesia VS Malengsia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi Indonesia-Malaysia adalah sebuah perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.

Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan perjanjian Manila Accord Wikisource-logo.svg oleh karena itu Keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai "bonekaInggris" merupakan kolonialisme dan imperialism dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.






BAB II
PEMBAHASAN

   Masalah-masalah masyarakat multietnik, Keberagaman etnik di Indonesia, menimbulkan terjadinya konflik dan pertentangan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Hal itu disebabkan oleh :

§  Menguatnya Primordialisme dan Etnosentrisme
Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Dalam kehidupan sehari-hari suatu individu atau kelompok etnik pasti akan melakukan interaksi social dengan masyarakat disekitarnya yang memiliki etnik yang berbeda. Dalam interaksi tersebut para pelaku dari berbagai kelompok etnik akan menyadari bahwa terdapat perbedaan kelompok di antara mereka dana kancenderungan memamerkan perbedaan etnik masing-masing. Sikap primordialisme yang berlebihan akan memunculkan sikap etnosentrisme. Sikap etnosentrisme adalah sikap membandingkan kebudayaan lain dengan kebudayaan dirinya sendiri dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di dalam kebudayaannya. Dengan sikap etnosentrisme ini maka seorang individu atau kelompok akan menganggap remeh kebudayaan lain karena merasa kebudayaannyalah yang terbaik.

§  Ketidak adilan Sosial
Ketidak adilan social merupakan masalah serius, karena dalam masalah ini akan ada pihak-pihak yang merasa diuntungkan dan pihak-pihak yang merasa dirugikan. Di jaman modern ini masyarakat semakin sadar dengan hak-hak yang harus mereka dapatkan.Bukan hanya hak di bidang politik tetapi juga hak di bidang ekonomi, missalnya pangan, kesehatan, atau pekerjaan. Ketidak adilan social ini dapat menyebabkan konflik karena kelompok yang merasa dirugikan atau disingkirkan akan menuntut hak-hak mereka dengan cara-cara yang mereka anggap benar, ada yang melalui cara damai seperti perundingan dan ada juga yang melalui jalan kekerasan seperti melakukan kerusuhan bahkan pembantaian terhadap individu atau kelompok yang mereka anggap bertanggung jawab atas ketidak adilan sosial yang mereka alami.

§ Membina solidaritas dikalangan generasi muda
Generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa dengan meningkatkan solidaritas diantara masyarakat.Peran penting dari generasi muda adalah kemampuannya menciptakan perubahan, terlebih-lebih perubahan yang menyangkut masalah-masalah social seperti menciptakan solidaritas di kalangan generasi muda untuk mengurangi prasangka yang dapat mengakibatkan konflik multietnik. Untuk menciptakan generesi muda yang memiliki sikap solidaritas maka generasi muda harus mendapatkan pendidikan multi cultural yaitu, proses penanaman cara hidup untuk menghormati secara tulus, dan toleran dalam keberagaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat multietnik. Dengan mendapatkan pendidikan multicultural maka generasi muda diharapkan mampu menjadi penengah diantara masyarakat dalam mengahadapi konflik-konflik yang berbau suku antar golongan ras dan agama.





 BAB III
PENUTUP

SARAN

Di jaman modern ini masyarakat semakin sadar dengan hak-hak yang harus mereka dapatkan.Bukan hanya hak di bidang politik tetapi juga hak di bidang ekonomi, missalnya pangan, kesehatan, atau pekerjaan. Ketidak adilan social ini dapat menyebabkan konflik karena kelompok yang merasa dirugikan atau disingkirkan akan menuntut hak-hak mereka dengan cara-cara yang mereka anggap benar. Dan menjaga keutuhan bangsa dengan meningkatkan solidaritas diantara masyarakat. Peran penting dari generasi muda adalah kemampuannya menciptakan perubahan, terlebih-lebih perubahan yang menyangkut masalah-masalah social seperti menciptakan solidaritas di kalangan generasi muda untuk mengurangi prasangka yang dapat mengakibatkan konflik multietnik.


KESIMPULAN

generasi muda diharapkan mampu menjadi penengah diantara masyarakat dalam mengahadapi konflik-konflik yang berbau suku antar golongan ras, agama dan keadilan social yg sangat penting bagi masyarakat-masyarakat atau generasi muda harus memiliki sikap solidaritas yg tinggi agar masyarakat tidak akan menganggap remeh kebudayaan lain karena merasa kebudayaannyalah yang terbaik.



DAFTAR PUSTAKA
Sumber lain :






Selasa, 02 April 2013

Tugas Softskill


Hak dan Kewajiban Warga Negara


Hak Mendapat Pendidikan


I. PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pendidikan adalah pilar utama dalam kemajuan suku bangsa, dimana suatu dikatakan negara maju apabila pendidikan negara tersebut berkembang pesat dan memadai. Tanpa pendidikan negara akan hancur. Dengan pendidikan kita bisa mengetahui atau mengenal sesuatu hal yang tak diketahui menjadi tahu. Dengan begitu pendidikan di negara kita bisa meningkatkan potensi diri dan cara berpikir kita, bahkan bisa dikatakan, kalau mau bahagia di dunia haruslah dengan ilmu. bahwa Ilmu itu sangat penting dan utama, bahkan orang yang berilmu sangat bermanfaat bagi orang lain maupun diri sendiri.
Untuk mendapatkan ilmu adalah dengan pendidikan. Karena dengan pendidikan seseorang tak akan mudah di bohongi dan di tipu daya. Cara berpikir orang yang berpendidikan dengan tidak bisa diketahui tentunya, seorang yang berpendidikan haruslah mencerminkan bahwa dirinya memanglah orang yang terdidik, dan harus bisa bermanfaat bagi sekitarnya.
Pendidikan merupakan hal kompleks dan luas, sehingga muncul berbagai masalah. Pendidikan memerlukan suatu sistem yang benar-benar bagus dan berkualitas. Di Indonesia menerapkan wajib belajar 9 tahun, sedangkan seseorang diterima bekerja rata-rata mempunyai latar belakang pendidikan formal minimal SLTA atau sederajat. Sedangkan pendidikan bukan hanya formal melainkan juga informal, dan keutamaan dari pendidikan adalah pengembangan pola pikir yang lebih baik dan bermartabat.



II. PEMBAHASAN

Setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan setiap orang seharusnya juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa terkecuali apakah mereka kaya atau miskin. pengetahuan itu sangat penting, karena dari ilmu pengetahuan kita bisa menjadi tahu dari apa yang sebelumnya tidak kita ketahui. Dan kita tidak akan dengan mudah dibodohi oleh orang lain. Seharusnya setiap orang memang mempunyai ilmu pengetahuan. kita juga harus paham akan kemajuan teknologi. Agar dapat menyeimbangi dengan perkembangan teknologi yang ada. Apalagi pendidikan 9 tahun sangat di tegaskan, jadi pemerintah seharusnya membiayai mereka yang kurang mampu.
       Ilmu bisa kita dapatkan di mana saja, di sekolah, private, membaca buku, atau browsing lewat internet mengenai ilmu apa saja yang setidaknya bermanfaat dan perlu dipelajari. Dalam hal ini pemerintah harus lebih jeli melihat kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan hak sekolah gratis belajar sampai 9 tahun
          Banyak dijaman yg sekarang ini anak-anak yg seharusnya dia sekolah, belajar tapi malah lebih sering dijalanan atau ngamen. Apa itu layak buat anak-anak jaman sekarang yg hidupnya lebih banyak diluar dan membantu kehidupan dia sendiri. Dimana hak mendapat pendidikan yg layak buat anak-anak sekarang? Pendidikan gratis belom tentu anak-anak bisa mengikutinya. Jadi pemerintah secepatnya melihat anak-anak yg nasibnya masih dikelas bawah untuk meramaikan dibidang pendidikan yg nantinya akan menjadi Negara yg maju.





III. PENUTUP

Saran
Setiap manusia berhak mendapatkan pendidikan yang layak dari SD, SLTA, SMA selama 9 tahun secara gratis, agar seseorang tersebut tidak dibodohin oleh orang lain. Biasanya banyak sekali masyarakat dari golongan yang kurang mampu tidak mendapatkan pendidikan yang semestinya ia terima. Padahal beberapa dari mereka mungkin lebih pintar dari pada golongan orang-orang yang mempunyai banyak harta. Bagi orang-orang yang tidak mampu, juga layak mendapatkan itu semua.  Pemerintah diharapkan dapat membantu mereka, bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga teknologi yang semakin modern. Seperti yang tercantum pada UUD pasal 31 ayat 5 yang berbunyi : Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradapan serta kesejahteraan umat manusia.
Kesimpulan
Sikap pemerintahan disini harus lebih tegas mengenai program-program yang sudah ada maupun sudah dijalani dengan sesuai standarnya, sehingga program tersebut dari tahun ketahun tidak harus dirubah melainkan lebih dikembangkan supaya pas komposisinya terhadap masyarakat yang kurang mampu bahkan yang sangat membutuhkan sekaligus.



DAFTAR PUSTAKA
Sumber lain :